Konstipasi

Home >> Bedah >> Konstipasi
 
Definisi

Konstipasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat buang air besar (BAB) seperti biasanya. Walaupun tidak ada ketentuan berapa kali seseorang harus BAB, tetapi lazimnya frekuensi BAB seseorang adalah 3 x / hari – 3 x / minggu.

Prevalensi
Tidak ada data di Indonesia
Penyebab

Pada kasus anak, umumnya faktor yang menjadi penyebab adalah kebiasaan menahan / menunda keinginan BAB, sehingga feses menjadi lebih kering dan lebih keras. Kemungkinan lain adalah karena ukuran feses yang terlalu besar.

Sedangkan penyebab konstipasi pada dewasa antara lain adalah :

  • Jumlah serat dalam diet sehari-hari < 30 g / hari.
  • “Irritable bowel syndrome” (IBS) yang mempunyai gejala konstipasi dan diare yang disertai dengan nyeri abdomen.
  • Obat, mis. anti-hipertensi, anti-depresi, suplemen yang mengandung kalsium dan zat besi, dsb.
  • “Transit time” lambat
  • Penyebab kelainan ini tidak diketahui; lebih sering ditemukan pada wanita.
  • Gangguan fungsi otot dasar panggul
  • Terutama dialami oleh wanita yang sudah mempunyai anak.
  • Kanker. Kelainan ini dapat dideteksi dengan kolonoskopi atau enema barium
  • Lain-lain

Patofisiologi
Definisi

Konstipasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak dapat buang air besar (BAB) seperti biasanya. Walaupun tidak ada ketentuan berapa kali seseorang harus BAB, tetapi lazimnya frekuensi BAB seseorang adalah 3 x / hari – 3 x / minggu.

Gejala dan Tanda

Sulit BAB, BAB keras dan lama, mengedan.

Patofisiologi
Diagnosa Banding
Komplikasi
Pengobatan

Untuk mengatasi konstipasi pada dewasa dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut :
1. Diet yang benar dan seimbang antara serat, cairan, dll.
2. Latihan BAB secara teratur
3. Laksatif (pencahar). Macam-macam pencahar yang kita kenal :

  • Suplemen serat, mis. psyllium, sterculia, frangula, dll.
  • Pelunak feses – laksatif osmotik, mis. lactulose, sorbitol, dll.
  • Perangsang usus, mis. bisacodyl, dll.
  • Lubrikan, mis. minyak parafin

4. Lain-lain

  • Latihan untuk menguatkan otot-otot dasar panggul.
  • Menggunakan cara BAB yang nyaman menurut penderita : duduk atau jongkok.
  • Obat prokinetik, mis. cisapride.
  • Operasi, biasanya dilakukan pada kasus inersia kolon (sangat jarang).

Pencegahan

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi konstipasi pada anak adalah :

  1. Memberikan diet kaya serat : buah, sayur, dll.
    Kebutuhan serat pada anak dapat diketahui dengan cara menambahkan 5 pada usia tersebut.
    Mis. : usia anak = 7 tahun, berarti kebutuhan serat anak tersebut = 7 + 5 = 12 g / hari.
  2. Mengajarkan anak agar mempunyai kebiasaan BAB yang teratur setiap hari. Jangan biarkan anak menahan / menunda keinginan BAB.
  3. Jika perlu, dapat diberikan obat pelunak feses.

Catatan

Pada umumnya, konstipasi dapat diatasi dengan cara yang sederhana, mis. meningkatkan jumlah serat dalam diet, latihan BAB teratur dan menghindari obat-obat yang dapat menyebabkan konstipasi.

 

Tools

   
Healthcarecenter.com memberikan informasi, inspirasi dan alat untuk membantu anda mengontrol kesehatan dan meningkatkan kehidupan anda.
 
 
IP Address : 54.80.140.29
Browser Anda : unknown
Jumlah Pengunjung : 1151156
Jumlah Pengunjung Unik : 358085
Jumlah Pengunjung Hari ini   66
Jumlah Kunjungan Anda : 82
Jumlah Kunjungan Anda Hari ini : 82
 
© 2009 Healthcare Center. All rights reserved. Use of this site constitutes acceptance of Healthcare Center terms of service and privacy policy. The material on this site is for informational purposes only, and is not a substitute for medical advice, diagnosis or treatment provided by a qualified health care provider.