Pertusis

Home >> Penyakit Dalam >> Pertusis
 
Definisi

Pertusis adalah penyakit saluran napas yang disebabkan oleh Bordetella pernsis.Nama lain penyakit ini adalah tussis quinta, whooping cough, batuk rejan.

Prevalensi
Penyebab

Bordetilla pertusis adalah bakteri Gram negatif, tidak bergerak, dan ditemukan dengan melakukan swab pada daerah nasofaring dan ditanamkan pada media agar Bordet-Gengou.

Patofisiologi
Definisi

Pertusis adalah penyakit saluran napas yang disebabkan oleh Bordetella pernsis.Nama lain penyakit ini adalah tussis quinta, whooping cough, batuk rejan.

Gejala dan Tanda

Masa tunas selama 7-14 hari. Penyakit ini dapat berlangsung selama 6 minggu atau lebih dan terbagi dalam 3 stadium.

 

Stadium kataralis selama 1-2 minggu, ditandai dengan adanya batuk-batuk ringan, terutama pada malam hari, pilek, serak, anoreksia, dan demam ringan. Stadium ini menyerupai influenza.

Stadium spasmodik selama 24 minggu. Batuk semakin berat sehingga pasien gelisah dengan muka merah dan sianotik. Batuk terjadi paroksismal berupa batuk-batuk khas. Serangan batuk panjang dan tidak ada inspirasi di antaranya dan diakhiri dengan whooP (tarikan   napas panjang dan dalam berbunyi melengking). Sering diakhiri muntah disertai sputum kental. Anak-dnak dapat sampat terberak-berak dan terkencing-kencing. Akibat tekanan saat batuk dapat terjadi perdarahan subkonjungtiva dan epistaksis. Tampak berkeringat, pernbuluh darah leher dan muka lebar.

Stadium konvalesensi selama 2 minggu. Jumlah dan beratnya serangan batuk berkurang, muntah berkurang, dan nafsu makan timbul kembali.

Patofisiologi
Diagnosa Banding

Trakeobronkitis, bronkiolitis, pneumonia interstisialis, infeksi Bordetella parapertusis, Bordetella bronchispetica, dan adenovirus.

 

Komplikasi

Ø  Alat pernapasan: otitis media bronkitis, bronkopenumonia, atelektasis, empisema, bronkiektasis, dan tuberkulosis yang sudah ada menjadi bertambah berat.

Ø  Alat pencernaan: emasiasi, prolapsus rektum, hernia, ulkus pada ujung lidah, stomalitis.

Ø  susunan saraf: kejang, kongesti dan edema otak, serta perdarahan otak.

Ø  Lain-lain: epistaksis, hemoptisis, dan perdarahan subkonjungtiva.

Pengobatan

Antibiotik eritromisin dosis 50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis, ampisilin dosis 100 mg/kgBB/hari-dibagi dalam 4 dosis, atau rovamisin, kotrimoksasol, kloramfenikol, dan tetrasiklin ekspektoran dan mukolitik, kodein, dan luminal.

Imunoglobulin diberikan bila diperlukan


Pencegahan

 imunisasi 

Catatan

Tergantung ada tidaknya komplikasi terutama komplikasi paru dan saraf pada bayi dan anak kecil.

 

Tools

   
Healthcarecenter.com memberikan informasi, inspirasi dan alat untuk membantu anda mengontrol kesehatan dan meningkatkan kehidupan anda.
 
 
IP Address : 54.80.140.29
Browser Anda : unknown
Jumlah Pengunjung : 1151156
Jumlah Pengunjung Unik : 358085
Jumlah Pengunjung Hari ini   66
Jumlah Kunjungan Anda : 80
Jumlah Kunjungan Anda Hari ini : 80
 
© 2009 Healthcare Center. All rights reserved. Use of this site constitutes acceptance of Healthcare Center terms of service and privacy policy. The material on this site is for informational purposes only, and is not a substitute for medical advice, diagnosis or treatment provided by a qualified health care provider.