Tifus Abdominalis

Home >> Penyakit Dalam >> Tifus Abdominalis
 
Definisi

Tifus abdominalis (demarn tifoid, enteric fever) ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna, dan gangguan kesadaran.

 

Prevalensi
Penyebab

salmonella typhii, basil Gram negatif, bergerak dengan rambut getar, tidak berspora. Mempunyai sekurang empat macam antigen, yaitu antigen (somatik), H(flagela), Vi, dan protein membran hialin.

 

Patofisiologi
Definisi

Tifus abdominalis (demarn tifoid, enteric fever) ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna, dan gangguan kesadaran.

 

Gejala dan Tanda

Masa tunas 7-14 (rata-rata 3-30)hari. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodromal berupa rasa tidak enak badan.

Pada kasus khas terdapat demam remiten pada minggu pertama, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, pasien terus berada dalam keadaan demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga.

Lidah kotor yaitu ditutupi selaput kecoklatan kotor, ujung dan tepi kemerahan, jarang disertai tremor. Hati dan limpa membesar yang nyeri pada perabaan. Biasanya terdapat konstipasi, tetapi mungkin normal bahkan dapat diare.

 

Patofisiologi
Diagnosa Banding

Paratifoid A, B, dan C, infeksi dengue, malaria, tuberkulosis, influenza.

 

Komplikasi

Perdarahan usus, perforasi usus, peritonitis, meningitis, kolesistitis, ensefalopati, bronkopneumonia, hepatitis.

 

Pengobatan

Ø  Tirah baring total selama demam sampai dengan 2 minggu normal kembali. Seminggu kemudian boleh duduk dan selanjutnya berdiri dan berjalan.

Ø  Makanan harus mengandung cukup cairan, kalori, dan tinggi protein, tidak boleh mengandung banyak serat, tidak merangsang maupun menimbulkan banyak gas.

Ø  Obat terpilih adalah kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis selama 10 hari. polis maksimal kloramfenikol 2 g/hari Kloramfenikol tidak boleh diberikan bila jumlah leukosit 2000/u1. Bila pasien alergi dapat diberikan golongan penisilin atau kotrimoksazol.

 

Pencegahan
Catatan

Bakteri masuk melalui saluran cerna, dibutuhkan jumlah bakteri 105-109untuk dapat menimbulkan infeksi. sebagian besar bakteri mati oleh asam lambung. Bakteri yang tetap hidup akan masuk ke dalam ileum melalui mikrovili dan mencapai plak peyeri, selanjutnya masuk ke dalam pembuluh darah (disebut bakteremia primer). Pada tahap berikutnya, S. typhii rnenuju ke organ sistem retikuloendotelial yaitu hati, limpa, sumsum tulang, dan organ lain (disebut bakteremia sekunder). Kandung empedu merupakan organ yang sensitif terhadap infeksi S.typhii.

Umumnya baik bila pasien cepat berobat. Prognosis kurang baik bila terdapat gejala klinis yang berat seperti hiperpireksia atau febris kontinua; penurunan kesadaran; komplikasi berat seperti dehidrasi, asidosis, perforasi usus; dan gizi buruk.

 

 

Tools

   
Healthcarecenter.com memberikan informasi, inspirasi dan alat untuk membantu anda mengontrol kesehatan dan meningkatkan kehidupan anda.
 
 
IP Address : 54.92.182.0
Browser Anda : unknown
Jumlah Pengunjung : 1152559
Jumlah Pengunjung Unik : 358273
Jumlah Pengunjung Hari ini   29
Jumlah Kunjungan Anda : 77
Jumlah Kunjungan Anda Hari ini : 77
 
© 2009 Healthcare Center. All rights reserved. Use of this site constitutes acceptance of Healthcare Center terms of service and privacy policy. The material on this site is for informational purposes only, and is not a substitute for medical advice, diagnosis or treatment provided by a qualified health care provider.